-->

Berilmu dan Beradab


Sebagai manusia biasa, tentu kita punya rasa, khusunya berkaitan dengan kecantikan. Sudah pasti, kita lebih memilih pakaian yang cantik menurut pandangan mata, dan cenderung keinginan untuk menggunakan perhiasan yang cantik. Seorang pria pun lumrah mengharapkan istri yang cantik jelita. Demikian sebaliknya.

Siapa yang tidak mau memiliki istri cantik, rumah cantik, kendaraan cantik, dan seterusnya. Hewan pun tahu bagaimana cara berhias agar dirinya tampak lebih cantik dari kawanannya. Misalnya, seorang ayam jago yang memiliki tubuh dan bulu yang cantik nan indah digunakan untuk memikat seekor ayam betina. 

Allah sang pencipta langit dan bumi pun menyukai kecantikan. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu cantik dan Dia suka kepada yang cantik-cantik" (HR Muslim dan Tirmidzi). Karena itu, Allah menciptakan semesta raya dengan begitu cantiknya, bunga-bunga berwarna-warni, begitu indah dipandang mata.

Perhatikan diri kita, sesungguhnya kita diciptakan sebagai makhluk dengan bentuk yang sebaik-baiknya (QS. at-Tiin [95]: 4). Ar-Raghib al-Ashfahani menjelaskan, kita merupakan ciptaan Allah yang paling cantik dan sangat istimewa, perbedaanya pada akal, pemahaman, serta bentuk fisik yang tegak lurus.

M.Quraish Syihab dalam Tafsir al-Mishbah menambahkan, kita akan mendapatkan predikat ciptaan yang paling cantik (sempurna) jika bisa melakukan perpaduan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan ruhani, antara kebutuhan fisik dan jiwa. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. ar-Rahman [55]: 13)

Jika kita berazam menjadi hamba yang paling cantik, maka tidak akan sampai kecuali dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sungguh para pemiliki ilmu akan terlihat lebih cantik dan akan diangkat derajatnya, bahkan lebih mulia daripada seorang ahli ibadah tanpa ilmu. Tidurnya orang yang berilmu lebih ditakuti daripada ibadahnya orang yang tidak berilmu.

Karena ilmu yang bermanfaat akan menghantarkan pada kemuliaan adab, baik dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta. Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab al-Mufrad mengatakan, adab yang paling baik untuk dijadikan teladan adalah adabnya Nabi Muhammad SAW.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, "Orang cantik belum tentu baik, tapi orang baik sudah pasti cantik." Cantik sejati adalah cantik yang tak tampak kasat mata, cantik yang bersumber dari dalam (inner beauty). Tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Indah pandangan mata, baik tutur sapanya, dan selalu memberi manfaat bagi orang lain.

Cantik dari dalam ada pada sanubari yang berhiaskan ilmu dan adab. Cantik seperti ini akan mendapatkan kasih sayang penduduk bumi dan langit. Sedangkan cantik fisik dan segala pembungkusnya hanyalah sementara. Ia sering menyesatkan manusia, membuat pemiliknya lalai dan sombong, bahkan bisa menghantarkan ke jurang kenistaan. 

Memang, tidak ada larangan untuk berpakaian cantik, bahkan sangat dianjurkan, selama digunakan dalam rangka mengharapkan ridha Ilahi dan menambah nilai kemuliaan di hadapan-Nya. "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid" (QS. al-A'raaf [7]: 31). Ketahuilah, pakaian terbaik adalah ketakwaan kepada Allah SWT.

Syekh Abdurrahman as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan menjelaskan, pakaian ketakwaan akan selalu dikenakan, tidak lusuh dan hancur sehingga akan memperindah hati dan ruh seorang hamba. Sedangkan pakaian tubuh bermanfaat ketika digunakan untuk menutup aurat atau menjadi sebuah perhiasan semata. Dengan kata lain, kecantikan ilmu dan adab adalah perwujudan kualitas takwa. Wallahu a'alam.