Anjuran Makan dengan Tangan Langsung | Simak Manfaatnya
Makan dengan tangan, tanpa sendok dan garpu adalah solusi terbaik untuk membantu sistem pencernaan. Terlebih cara makan ala Rasulullah ini dijamin kebersihannya. Jari-jari dan telapak tangan ternyata membantu proses pencernaan makanan.
Berbeda dengan tradisi makan masyarakat Barat yang menganjurkan penggunaan sendok dan garpu sebagai alat bantu makan, tradisi makan masyarakat Indonesia dan umat Islam di berbagai belahan dunia makan dengan menggunakan tangan langsung artinya tanpa menggunakan sendok dan garpu.
Secara lahiriyah, penggunaan sendok dan garpu memang terkesan elegan. Sedangkan makan menggunakan tangan terkesan jorok dan kampungan. Apalagi ada sebagian orang yang setelah makan menjilati sela-sela jarinya hingga bersih.
Secara medis, beberapa pakar kesehatan sepakat bahwa sebaik-baik alat bantu makan adalah menggunakan jari-jari dan telapak tangan, alias dengan tangan secara langsung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr Charles Gerba dari University of Arizona, Amerika Serikat, yang membuktikan hal tersebut.
Menurut Gerba, aktivitas manusia di berbagai tempat menyebabkan manusia tidak bisa terlepas dari kuman dan bakteri. Karena alasan itulah, maka dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Beda halnya dengan tata cara makan, guru besar di bidang mikrobiologi tersebut justru mengakui bahwa makan dengan menggunakan tangan justru dianjurkan. Karena di sela-sela jari manusia terdapat kandungan enzim yang bernama enzim Rnase. Enzim Rnase berfungsi sebagai pengikat bakteri sehingga tingkat aktivitas yang sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh. Pada mulanya, enzim Rnase ini digunakan dalam bidang analisis genetik dengan tujuan mendegradasi (menurunkan) RNA sehingga yang ditinggalkan dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya.
Dalam kondisi tangan terlihat bersih, enzim Rnase merupakan enzim yang berfungsi untuk kekebalan tubuh. Tangan yang setiap hari memegang segala benda, sudah tentu akan membawa bakteri dan kuman. Dengan hadirnya enzim ini, kuman dan bakteri diikat dan tidak dapat berperan secara maksimal. Berbeda Jika tangan kotor lebih dari biasanya, maka jumlah kuman dan bakteri mau tidak mau akan lebih banyak dari biasanya. Karena alasan itu, cuci tangan sebelum makan merupakan solusi terbaik.
Penghasil dari enzim Rnase terdapat pada tiga jari tangan kita, yaitu pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Tidak saja bakteri dan kuman yang diikat, virus berbahaya yang berasal dari luar tubuh bisa diikat oleh enzim ini dengan syarat sebelum makan sesuatu seseorang harus mencuci tangannya. Dengan adanya enzim ini, tentunya seseorang bisa lebih sehat.
Lalu bagaimana dengan sendok? Makan dengan menggunakan sendok atau garpu tampak lebih elegan, bersih, dan sopan. Tapi proses pencernaan tidak berjalan dengan lancar jika seseorang makan menggunakan sendok dan garpu. Hal ini disebabkan karena enzim Rnase tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan menggunakan sendok atau garpu, kinerja positif enzim Rnase yang mampu mengikat bakteri kuman dan virus yang berada di makanan tidak bekerja. Dampaknya akan terasa apabila virus yang ikut dalam makanan menjangkiti seseorang dan berubah menjadi penyakit. Terlebih jika sendok dan garpu tidak dicuci dengan bersih.
Dalam hal pencernaan, keberadaan enzim Rnase yang terbawa saat seseorang makan dengan menggunakan tangan yang bercampur dengan air liur semakin memudahkan tubuh untuk mencerna makanan yang masuk.
Penelitian Gerba setidaknya membuktikan bahwa cara makan yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah tepat dan benar. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Rasulullah makan dengan 3 Jari dan kalau sudah selesai makan, beliau menjilati (jari-jarinya)." (HR Muslim).

Posting Komentar