-->

6 Cara untuk Berbakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Setiap anak tentu sayang kepada kedua orangtuanya, sebagaimana mereka selalu menyayangi anak-anaknya sepanjang masa. Dalam keseharian, ada banyak cara untuk berbakti kepada orang tua, termasuk saat raga mereka sudah tiada.
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, "Mereka adalah surga atau nerakamu" (HR. Ibnu Majah). Artinya, jika seorang anak berbakti kepada orangtuanya, maka baginya surga. Jika bersikap durhaka kepada mereka, maka baginya neraka.

Islam sebagai agama Rahmat bagi semesta mengatur semua aspek kehidupan, termasuk bakti seorang anak kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Pertama, menshalati jenazah orang tua. Saat raga mereka telah terbujur kaku di hadapan kita, maka bentuk baktinya dapat ditunjukkan dengan ikut menshalati jenazahnya.

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah SAW apakah masih ada perbuatan bakti yang harus kuperbuat ketika kedua orangtuaku telah meninggal?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, ada empat perkara: menshalatinya dan memohonkan ampun kepada Allah SWT, melaksanakan janji-janji mereka, memuliakan teman-teman mereka, dan menyambung tali kekeluargaan yang engkau tidak memiliki pertalian kecuali dari pertalian itu. Itulah, bakti yang dapat kamu lakukan setelah mereka meninggal." (HR Ahmad)

Kedua, bersilaturahim dengan keluarga, termasuk kerabat orang tua. Mereka adalah teman-teman yang dahulunya dikenal baik oleh orang tua kita. "Sesungguhnya suatu hal paling berbakti ialah silaturahim seorang anak kepada kerabat yang mencintai ayahnya." (HR Muslim)

Ketiga, melunasi hutang orang tua. Meski terasa berat, yakinlah Allah SWT yang Mahakaya akan terus membantu untuk melunasi semua hutang-hutang orang tua kita. Ingatlah, hutang adalah permasalahan serius yang harus dituntaskan. "Ruh seorang beriman tergantung dengan hutangnya sampai dilunasi hutangnya." (HR Tirmidzi)

Dalam hadis lain disebutkan, "Barang siapa berhaji untuk kedua orangtuanya atau melunasi hutang-hutangnya, maka dia dibangkitkan Allah SWT pada hari kiamat termasuk dari golongan orang-orang yang mengamalkan kebajikan." (Thabrani dan Darul Quthni)

Keempat, menuntaskan nazar, kafarat, dan wasiat orang tua. Ketiga hal ini harus diselesaikan, meski butuh waktu lama untuk menuntaskannya. Seorang wanita Juhainah datang kepada Rasulullah dan berkata, "Sesungguhnya ibuku telah bernazar untuk melakukan haji, dia meninggal sebelum melaksanakan nazar tersebut. Apakah boleh aku melaksanakan haji untuk menggantikannya?" Rasulullah SAW menjawab, "Lakukan haji untuknya." (HR Bukhari)

Kelima, bersedekah untuk mereka. Sesungguhnya ibu Saad bin Ubadah ra. meninggal dunia, sedangkan Saad tidak berada di sampingnya, kemudian Saad berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia sedangkan aku saat itu tidak berada di sampingnya, apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?" Nabi SAW menjawab, "Iya, bermanfaat."

Keenam, beristighfar untuk mereka. Dalam sebuah hadis Qudsi disebutkan bahwa derajat orang tua yang sudah meninggal bisa diangkat oleh anaknya antara lain karena sang anak terus berdoa dan memohonkan ampun bagi orangtuanya. "Orang yang telah meninggal dunia amalannya akan terputus, kecuali salah satunya karena doa anak yang saleh." (HR. Muslim)